Posted on June 8, 2009 by terasilmu
Anda sering merasa lapar ketika melihat makanan yang menarik di depan mata meski perut baru saja diisi? Tentu sering bukan! Apa makanan yang terlihat enak itu yang membuat kita merasa lapar? Ternyata tidak. Penelitian terbaru yang dilakukan Universitas Cincinnati menunjukkan bahwa yang bertanggung jawab terhadap munculnya rasa lapar ini adalah hormon ghrelin. Hormon yang ternyata justru diaktifkan oleh lemak yang berasal dari makanan yang kita konsumsi.
Jadi sangatlah wajar jika kita seakan tidak mau berhenti ketika menikmati makanan yang banyak mengandung lemak, misalnya gorengan. Karena lemak dalam gorengan ini akan mengaktifkan enzim rasa lapar kita. Jadi bisa jadi inilah awal dari penyakit kegemukan mendera kita.
Hormon ghrelin sendiri dipercaya terakumulasi selama periode puasa dan akan ditemukan dalam jumlah tinggi sesaat setelah makan. Karenanya hormon ini sering dikenal sebagai hormon rasa lapar (hunger hormone).
Hormon ghrelin bersifat unik. Hormon ini untuk aktif membutuhkan proses alkilasi (penambahan suatu asam lemak) oleh enzim spesifik (ghrelin O-acyl transferase, or GOAT). GOAT sendiri diproduksi saat tubuh kita dalam keadaan puasa.
Data menunjukkan bahwa asam lemak yang dibutuhkan untuk mengaktifkan ghrelin berasal dari lemak yang kita konsumsi. Model awal menunjukkn bahwa sistem ghrelin adalah suatu sensor lipid di dalam perut yang memberikan informasi kepada otak ketika adanya kalori yang kita konsumsi. Ini seperti lampu hijau bagi berlangsungnya proses konsumsi kalori .
Studi pada manusia yang dilakukan di Universitas Virginia menunjukkan bahwa selama puasa, jumlah ghrelin yang aktif tidak terlalu signifikan bahkan cenderung flat. Tetapi dengan adanya lemak yang berasal dari makanan, terjadi peningkatan level ghrelin aktif yang cukup signifikan.
Penelitian ini dianggap penting karena dipercaya bisa digunakan untuk terapi penderita obesitas di masa mendatang. Jadi bagi anda yang kegemukan, mudah-mudahan penelitian ini adalah awal yang baik penyelesaian masalah anda.
Filed under: Teras Info | Tagged: enzim ghrelin, Hormon rasa lapar, kegemukan, obesitas | Leave a Comment »
Posted on May 13, 2009 by terasilmu
Kenapa seseorang bisa mengingat wajah teman dekatnya secara detail walaupun mungkin saat itu orang tersebut tidak berada di sampingnya? Apakaha karena memori yang dipengaruhi oleh rasa sayang semata?
Ternyata tidak! Sejumlah ilmuwan di Universitas Zurich, Swiss, yang dimuat dalam Journal of Neuroscience, Januari lalu mengungkapkan fakta bahwa hal tersebut tidak lepas dari peran hormon oksitosin. Hormon ini berfungsi penting bagi pembentukkan daya ingat social seseorang.
Satu dosis oksitosin yang disemprotkan melalui lubang hidung mempermudah seseorang mengingat kembali wajah orang lain yang dijumpainya di hari sebelumnya. Tetapi ternyata hormone ini tidak membantu memori terhadap bangunan, hiasan, pemandangan, bahkan patung orang.
Penelitian menunjukkan dari 41 orang relawan, 22 di antaranya disemproti oksitosin, dan 19 orang lagi disemproti placebo alias hormone pura-pura tanpa mereka ketahui yang kemudian diperlihatkan 84 foto wajah orang dan 84 foto aneka benda, yang setiap gambarnya diperlihatkan 15 detik, dan sehari kemudian kedua kelompok ini diperlihatkan kembali gambar yang sama dengan system acak, diperoleh data 22 orang yang menghirup hormone memiliki “tingkat daya ingat” 46% pada wajah orang. Sementara 19 orang yang hanya menghirup placebo menghasilkan angka 36%. Sementara itu yang menyangkut gambar selain orang (bangunan, patung, pemandangan, dll), kedua kelompok itu memiliki angka 44%.
Sumber : Intisari Mind Body & Soul Vol. 5
Filed under: Teras Info | Leave a Comment »
Posted on March 28, 2009 by terasilmu
Begitulah saran dari peneliti dari Universitas California, Berkeley kepada para perempuan muda bertekanan darah tinggi.
Dalam Nutrition Journal, Dr. Gladys Block berhasil membuktikan bahwa kadar vitamin C yang tinggi dapat membantu menurunkan tekanan darah. Hasil penelitiannya itu melibatkan 242 perempuan lintas suku yang menjadi partisipan di National Heart, Lung and Blood Institute Growth and Health Study, dan diamati selama satu dekade.
Di akhir penelitiannya, Dr Block menemukan bahwa tekanan darah (sistolik juga diastolik), berbanding terbalik dengan tingkat asam askorbat (Vitamin C).
Sumber: Healthy today
Filed under: Teras Info | Leave a Comment »
Posted on March 28, 2009 by terasilmu
Hati-hati bagi Anda yang Workaholic, alias gila kerja dan mungkin hingga ambang batas kemampuan secara terus menerus, karena rentan terhadap kemungkinan meninggal karena terlalu banyak kerja, seperti yang ditemukan di negara gila kerja, Jepang. Di Jepang keadaan ini disebut “karoshi”.
Menurut data federasi serikat buruh Jepang, kebanyakan korban karoshi berjenis kelamin laki-laki, dan berusia sekitar 30 tahun. Karoshi tidak hanya dipicu oleh kebiasaan lembur, namun juga stress akibat lingkungan kerja yang tidak kondusif, atasan yang abusive, atau persaingan yang tidak sehat antara rekan kerja.
Jadi hati-hati, tinggalkan budaya kerja lembur berlebihan dan istirahatlah agar rileks. Cari waktu untuk menikmati hidup personal, baik dengan keluarga, pasangan ataupun sendiri.
Sumber: Healthy today
Filed under: Teras Tetangga | Leave a Comment »
Posted on October 27, 2008 by terasilmu
Baru-baru ini ilmuan di San Diego menemukan cara “memperpanjang” hidup para pasien yang terjangkit penyakit akibat virus (HIV, hepatitis C, flu burung, dll). Para ahli penyakit infeksi ini berhasil mendesain alat untuk menyaring virus dalam darah. Alat ini mereka sebut sebagai hemopurifier.
Prinsip kerjanya sama seperti mesin dialisis (untuk cuci darah pada penderita gagal ginjal). Dengan menggunakan antibodies berbentuk serat tipis (spaghetti-like fibers), mesin ini akan menangkap dan menghilangkan virus dari darah yang difilter. Darah yang mengalir melalui arteri akan dikirim ke tabung yang terdapat pada mesin ini, dan setelah difilter akan dikembalikan lagi ke tubuh. Proses pembersihan darah ini berlangsung kurang dari beberapa jam saja.
Filed under: Teras Tetangga | 1 Comment »
Posted on October 27, 2008 by terasilmu
Para peneliti di Universitas Wageningen Belanda, menemukan bakteri
khusus yang bisa mengubah sampah organik dalam air limbah menjadi air
(Hydrogen). Impian menghasilkan bahan bakar air ekonomis kian dekat
kenyataan. Penemuan ini sangat menjanjikan hingga menarik banyak
peminat, salah satunya perusahaan minyak Shell yang bersedia membiayai
penelitian selanjutnya.
Read more…
Filed under: Teras Tetangga | 1 Comment »
Posted on October 22, 2008 by terasilmu
Tentu senang bukan melihat orang di sekitar kita yang selalu dihiasi senyum? Hati jadi ikut larut dalam kebahagiaan. Nah sebaliknya, tentu tidak nyaman bukan melihat orang di sekitar kita cemberut, juteks, atau jauh dari keramahan. Suasana hati yang tadinya senang bisa jadi akan berubah menjadi ikut tak nyaman.
Nah kalau seandainya kita dianugerahi Tuhan kemampuan untuk selalu tersenyum, kira-kira gimana yah? Hehehe…jangan keburu menjawab iya yah! kalau masih normal-normal saja sih tak menjadi masalah. Tetapi jika setiap saat kita selalu tersenyum, hati-hati karena ini mungkin suatu kelainan genetik.
Read More…
Filed under: Teras Tetangga | Leave a Comment »
Posted on September 9, 2008 by terasilmu
NEW YORK– Para ilmuwan melaporkan fakta baru mengenai penggunaan bahan kimia bisphenol A (BPA) pada produksi kemasan plastik makanan dan minuman. Penggunaan BPA meskipun dengan dosis rendah dapat merusak fungsi otak primata. Fakta tersebut diungkap melalui penelitian lanjutan yang sebelumnya dilakukan pada tikus.
Read more…
Filed under: Teras Tetangga | Leave a Comment »
Posted on March 1, 2008 by terasilmu
Para peneliti di Washington University, Amerika Serikat dilaporkan berhasil mensekuensing peta gen dari jagung.
Dengan menelan biaya sebesar 29.5 juta dollar US, yang disponsori oleh Depertemen Pertanian dan Departemen Energi, Amerika Serikat, akhirnya proyek yang dimulai sejak tahun 2005 ini berhasil diselesaikan Read more…
Filed under: Teras Tetangga | Leave a Comment »
Posted on February 18, 2008 by terasilmu
Lycopene, pigmen alami yang membuat tomat berwarna merah, dapat membantu mengurangi risiko kanker prostat – satu dari kanker yang paling biasa ditemui pada pria. Sebuah studi yang telah berlangsung 6 tahun terhadap 48000 pria, yang dilakukan oleh Harvard Medical School, menemukan bahwa konsumsi produk tomat lebih dari dua kali seminggu mengurangi risiko kanker prostat sampai 34 persen.
Produk olahan tomat sangat kaya akan lycopene karena tahap pemrosesan membuat lycopene lebih mudah diserap tubuh.
Selain itu akhir-akhir ini lycopene diduga dapat melindungi wanita dari kanker serviks (kanker mulut rahim).
Filed under: Teras Tetangga | Leave a Comment »