Frederick Sanger, Raih Dua Nobel Berkat Ispirasi Sang Ayah

Siapa yang tidak kenal Frederic Sanger? Orang keempat yang berhasil meraih dua hadiah nobel dalam hidupnya (mengikuti jejak Linus Pauling, Marie Curie, dan John Bardeen). Hadiah nobel pertamanya diraih tahun 1958 atas jasanya menemukan struktur lengkap dari hormon insulin – ini tidak lepas dari keberhasilannya menemukan metode baru untuk menentukan sekuen asam amino. Hadiah Nobel keduanya di tahun 1980 didapat berkat jasanya dalam menentukan susunan sekuen nukleotida dari DNA virus – penemuan ini juga berkaitan erat dengan metode penentuan sekuen DNA yang ia temukan, yang sekarang dikenal sebagai metode Sanger atau metode “dideoxy”.
Frederic Sanger lahir 13 Agustus 1918 di sebuah desa kecil yang bernama Rendcombe di Gloucestershire, Inggris. Pekerjaan sang ayah yang merupakan seorang praktisi kesehatan, sedikit banyak telah mempengaruhi Sanger, yang membuatnya tertarik terhadap bidang biologi dan akhirnya berkembang kepada rasa hormatnya terhadap pentingnya ilmu-ilmu sains dan metode scientific.
Saat bersekolah di Bryanston dan St John’s College, Cambridge, Sanger termasuk murid yang cukup pandai. Nilainya termasuk di atas rata-rata tetapi belum cukup untuk membuatnya meraih beasiswa. Awalnya, Sanger tertarik belajar kedokteran, tetapi sebelum pergi ke universitas, Sanger memutuskan belajar ilmu sains. Saat datang ke Cambridge, Sanger sangat tertarik dan berminat sekali terhadap ilmu biokimia ketika dia mendengarnya dari Ernest Baldwin dan juga anggota lain dari Departemen Biokimia yang didirikan oleh F.G. Hopkins (peraih nobel fisiologi atau kedokteran tahun 1929). Ilmu biokimia menunjukkan kepada Sanger bahwa di sinilah tempatnya untuk lebih benar-benar mengetahui tentang kehidupan dan untuk mengembangkan lebih banyak lagi dasar-dasar keilmuan untuk menyelesaikan banyak masalah medis yang ada.
Selepas studinya di universitas, tahun 1940 Sanger melakukan riset di Departemen Biokimia di Cambridge. Di tahun yang sama, sanger menikah dengan Margaret Joan Howe dan dikaruniai dua orang anak laki-laki Robin dan Peter serta seorang anak perempuan, Sally Joan. Bagi Sanger, meskipun bukan seorang ilmuan, isterinya adalah orang yang paling berperan dalam karirnya karena telah memberi banyak kontribusi terutama dalam memberikan rasa damai dan kebahagiaan di rumah.
|
 |
|
|
 |
Tahun 1940 sampai 1943, Sanger bekerja dengan Dr. A. Neuberger dengan fokus metabolisme asam amino lysine dan mendapat gelar Ph.D di tahun 1943. Dari tahun 1944 sampai tahun 1951, Sanger mendapatkan Beit Memorial Fellowship untuk riset medis dan sejak tahun 1951 ia menjadi anggota dari Staff Luar dari The Medical Research Council. Posisinya adalah Kepala Divisi Kimia Protein di The M.R.C Laboratory for Molecular Biology di Cambridge.
Sebelum meraih hadiah nobel di tahun 1958, Sanger telah menghabiskan sedikitnya 10 tahun untuk melakukan penelitian tentang struktur molekul insulin. Penemuannya atas struktur insulin yang relatif kompleks ini sangat penting bagi sintesis insulin di laboratorium. Teknik laboratorium yang dikembangkannya untuk penentuan asam amino dalam protein hormon insulin telah membuka jalan dalam penentuan struktur dari banyak protein kompleks yang lainnya. Hal inilah yang membuatnya memperoleh hadiah nobel di tahun 1958.
Setelah ia bekerja dengan insulin, Sanger kemudian mengembangkan metode lanjutan untuk studi protein, khususnya pusat aktif dari beberapa enzim. Sekitar tahun 1960, Sanger memutuskan untuk meneliti tentang asam nukleat, RNA dan DNA. Sanger kemudian mengembangkan metode untuk penentuan sekuen kecil dari RNA. Pekerjaan ini berpuncak pada pengembangan dari teknik “dideoxy” untuk sekuensing DNA sekitar tahun 1975. Metode ini digunakan untuk menentukan sekuen DNA dari bacteriophage fx (virus yang menginfeksi bakteri) di tahun 1977, sekuen DNA mitokondria manusia (16,338 nucleotides), dan bakteriophage l. Metode ini kemudian diperbaiki dan diotomatisasi dalam penentuan sekuen genom manusia (3 milyar nuleotida).
Melalui penemuannya inilah, di tahun 1980, Sanger kembali mendapatkan hadiah nobel di bidang kimia.Akhirnya tahun 1983, Frederick Sanger memutuskan untuk pensiun dari semua kegiatannya di bidang sains.Diambil dari berbagai sumber.
|
|